Sejarah
Nama Heavy metal digagas oleh Band Hard Rock Tahun 60'an Steppenwolf, dalam lagu mereka yang berjudul 'Born To Be Wild' (ada di baris kedua bait kedua).
"I like smoke and lightning Heavy metal thunder Racin' with the wind And the feelin' that I'm under".
Tapi istilah itu belum dipakai secara tepat sampai pada tahun 1970, ketika Black Sabbath merilis album debut album mereka yang berjudul ' Black Sabbath'.
Dari tahun 1960-an atau bisa disebut Blues Rock seperti Led Zeppelin, AC/DC Classic metal dan disekitar 60an sampai 70'an atau disebut Classic Rock seperti Black Sabbath, Blue Oyster Cult, Deep Purple, Alice Cooper. Permainan Classic metal. Musiknya dikendalikan olehriff yang lebih bluesy.
[sunting] Evolusi musik
Berikut beberapa jenis metal lagi:
[sunting] 70'an
Heavy Metal awal 70'an digawangi oleh band-band seperti Led Zepplin, Black Sabbath, dan Deep Purple, Heavy Metal pada era tersebut masih dipengaruhi oleh elemen Blues yang kental. Judas Priest mengembangkan genre ini dengan menghilangkan unsur blues dan lebih mengandalkan distorsi, beat yang lebih cepat, dan harmoni. Pada akhir 70'an munculah New Wave oF British Heavy Metal yang dipelopori Motorhead, NWOBHM menggabungkan Punk dan Heavy Metal. Band-band NWOBHM lainya adalah Iron Maiden, Saxon, Venom, Diamond Head, dll.
[sunting] Awal 80'an
Awal era 80'an Di gawangi oleh band-band NWOBAM seperti Motörhead, Iron Maiden, Venom dan Diamond Head. Heavy Metal akhirnya bertabrakan dengen musik Pop hal ini memunculkan genre yang disebut Glam Metal, Glam Metal berhasil menerobos chart-chart papan atas, hal ini menyebabkan Heavy Metal lebih tersebar cepat di seluruh dunia
[sunting] Underground Metal: 1980, 1990, dan 2000-an
[sunting] Thrash metal dan Speed metal
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Thrash metal dan Speed metal
Metallica band Thrash metal
Band Thrash metal bernama Slayer tampil pada tahun 2007
Tempo lagu sangat cepat yang diusung oleh gitaris yang memainkan gitar rhytm Downstroke pada Thrash metal oleh band-band seperti Metallica, Megadeth, Slayer dan Anthrax yang dijuluki Big Four Of Thrash. Di San Francisco ada Testament dan Exodus di New Jersey ada Overkill dan Sepultura dari Brazil. Sedangkan Speed metal dimainkan lebih cepat sangat-sangat cepat dan bertenaga seperti Motörhead (akhir-akhir), Iron Angel, Anthrax. Sedangkan musik Thrash metal yang berasal dari Eropa adalah seperti, Kreator dan Destruction, keduanya dari negara Jerman.
[sunting] Death metal
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Death metal
Chuck Schuldiner, sang gitar & vokal band Death, yang dikenal sebagai "Bapak Death Metal"[1]
Pada tahun 1990'an, underground ini lebih memasuki ke Extreme metal seperti Grindcore dipelopori oleh Napalm Death dan Brutal Truth, berkembang pada 1991 menjadi Death metal Scandinavia oleh Entombed, Dismember, Unleashed, dan At The Gates. Melodic Death metal yang berasal dari Gothenburg Swedia lalu berkembang di Finlandia dan Norwegia oleh band-band seperti Arch Enemy, Dark Tranquillity, Disessction. Kemudian ada istilah yang digunakan yaitu, Techical metal di pioniri oleh Cynic, Atheist, Meshuggah, Death. Progressive Death metal yang mungkin lebih cenderung ke visualisasi dan banyak menggunakan Tradisional pun dimaklumi, Pionirnya adalah Opeth, Pestilence, Death, Novembre dan mungkin Progressive metal oleh Dream Theater, Queensryche, dan Fates Warning.
[sunting] Black metal
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Black metal
Aliran ini muncul sekitar awal dan pertengahan tahun 1980-an, yang diprakarsai oleh band-band cadas seperti Venom, Hellhammer, Celtic Frost, dan Bathory. Pada akhir 80-an band Mayhem dan Burzum mengarah kedalam black metal gelombang kedua.
[sunting] Power metal
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Power Metal
Power Metal adalah genre ini lebih bersemangat dan vokalis genre ini kebanyakan di pengaruhi oleh Rob Halford dan Bruce Dickinson band-band genre ini kebanyakan dari Eropa. Misalnya, Europe (Swedia), Iron Maiden (U.K), Helloween (Jerman).
[sunting] Doom Metal dan Gothic metal
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Doom metal dan Gothic metal
Doom Metal adalah aliran yang lebih mengutamakan penekanan lirik, dengan tempo yang dibawah rata-rata subgenre Extreme Metal lainya aliran ini terinspirasi oleh Black Sabbath era pertama, band yang termasuk aliran ini contohnya adalah Saint Vitus, Obsessed dan Candlemass. Gothic Metal adalah evolusi Doom Metal, awal genre ini adalah munculnya band-band Death/Doom dari inggris yaitu My Dying Bride, Paradise Lost, Anathema, band Gothic Metal sekarang banyak mengandalkan harmoni antara vocal pria dan wanita (kadang-kadang dengan growl).
[sunting] 90'an
Pada era 90'an musik Heavy Metal mulai digoyang oleh munculnya kekeuatan Alternative Rock khususnya Grudge, band-band Glam Metal pada era 80'an mengalami penurunan popularitas, publikasi pada saat tersebut mentitik beratkan pada Grudge. Sementara itu band-band seperti Metallica, Pantera, Tool, White Zombie dan Megadeth menjadi ujung tombak keberadaan musik metal saat tersebut.
[sunting] Alternative metal
Alternative metal adalah salah satu subgenre metal yang paling populer di awal 90'an. ketika popularitas Glam Metal mulai tenggelam akibat kemunculan Grudge pada akhir 80an. Alternative Metal digunakan untuk mendeskripsikan band-band seperti Faith No More, Primus, Rage Against The Machine dan Jane's Addiction yang mengfusikan Heavy Metal dan Alternative Rock.
Selain itu ada Industrial metal yang diprakasai band seperti Ministry, Godflesh, Fear Factory dan Marilyn Manson. Industrial metal juga tumbuh pesat di Jerman. band seperti Rammstein ,Oomph!, Megaherz meraih popularitas yang cukup tinggi baik di negara asalnya dan juga dataran eropa.
Lalu ada Punk Metal atau Crossover Thrash adalah percampuran Trash Metal dengan element-element kental dari Hardcore Punk. Suicidal Tendecies, Stromtroopers of Death, Corrosion of Conformity dan Dirty Rotten Imbeciles adalah sebagian band yang mengusung genre ini.
Kemudian ada Groove Metal, adalah evolusi dari genre Trash Metal yang muncul awal 90'an genre ini digawangi oleh Pantera, Sepultura, White Zombie dsb.
Nu Metal, Genre alternative metal yang terakhir adalah metal modern yang bermain dengan nada Industrial. Banyak band-band dari Korn, Slipknot, Limp Bizkit, Deftones hingga Disturbed.
[sunting] Grunge
Tahun 1990-an ketika wabah musik Grunge yang awalnya adalah percampuran kental antara Heavy Metal dan Post-Punk bahkan Hardcore bermunculan di Seattle, walaupun sedikit cenderung ke Alternative Metal. Band Grunge dari Seattle, seperti Nirvana, Soundgarden, Pearl Jam, dan Alice in Chains sebelum band itu ada sebenarnya pure grunge yang berbasis punk sudah ada oleh band-band seperti Malfunkshun dan Green River setelah itu ada Temple of the Dog Mad Season, Mudhoney sampai Melvins. Setelah kematian Kurt Cobain musik Grunge jarang datang lalu kembali di-ilhami dengan band-band seperti Skin Yard dan PJ Harvey. Jika suatu band memainkan musik Grunge tapi band itu bukan berasa dari Seattle. Nama yang dipakai bukanlah Grunge, tetapi Post-Grunge seperti L7, Stone Temple Pilots, Paw, Hole.
[sunting] Perkembangan terkini
Metal di era 2000'an (sekarang) memiliki perbedaan yang cukup besar, dalam artian bahwa metal bisa berfusi dengan berbagai macam aliran. Sebagaimana diketahui para pelopor musik metal, penikmat musik metal disuguhi berbagai macam jenis metal dengan tempo yang harmonis dan dinamis. Beberapa aliran itu adalah Nu Metal,Symphonic Metal , Deathcore, Metalcore, Melodic Death Metal Folk Metal dan sebagainya.
[sunting] Folk Metal
Folk Metal adalah fusi Heavy Metal dengan musik folk (musik daerah), aliran ini digawangi oleh band-band sepertik Korpiklaani, Skyclad, Ensiferum, Fiintroll, Turisas dsb.
Walaupun kebanyakan musik Folk Metal lebih banyak berkembang di Skandinavia, Folk Metal juga berkembang di timur tengah seperi Orphaned Land dan Melechesh
[sunting] Melodic Death Metal
Melodic Death Metal sendiri berkembang pesat di Skandinavia, khususnya Gothenburg. Band-band seperti In Flames, At The Gates, Dark Tranquillity, Arch Enemy dan Soilwork. Selain di Skandinavia Melodic Death Metal juga berkembang di regional lain sperti Children of Bodom, Kalmah dan Norther (Finlandia),The Black Dahlia Murder, Darkest Hour and Himsa (Amerika Serikat), Switchblade, Daysend,Infernal Method (Australia),Disarmonia Mundi (Italy), Blood Stain Child (Japan) and Death Scythe (Mexico)
[sunting] Deathcore
Deathcore berkembang sebagai turunan dari Death Metal dengan ciri khas lirik yang persis Death Metal, yaitu tentang kematian, neraka, setan, dan nuansa-nuansa mistik. Kebanyakan dari Death Metal adalah orang-orang atheis, sedangkan Deathcore kebanyakan adalah orang-orang agnostik.
Pada mulanya dipelopori oleh band-band seperti Dying Fetus, Suffocation dan Crytopsy dan sebagainya. Pada era 2000'an semakin banyak band deathcore yang bermunculan seperti Job For A Cowboy, The Red Chord, All Shall Perish Bring Me the Horizon dan lain-lain.
Deathcore sendiri cenderung bertempo cepat, hampir mirip aliran metal old school yang bersifat hancur-hancuran namun masih ada grip-grip yang melodian.
[sunting] New Wave of American Heavy Metal
New Wave of American Heavy Metal (atau biasa disebut Metalcore) adalah gabungan dari Extreme dengan Hardcore. Genre ini muncul belakangan pada era pertengahan 90'an. New Wave of American Heavy Metal dipengaruhi oleh band-band seperti Machine Head, Pantera dan Biohazard.
Musik metalcore memiliki ciri khas berupa gitar stem drop D sampai C, kadang-kadang full scream, namun ada juga yang equalizer yang biasanya ada dalam reffrain lagu. Biasanya, metalcore dalam hal gitar ritmik tidak serumit death metal namun band-band metalcore kebanyakan bermelodi cadas dan rumit. Jika tidak bermelodi, biasanya ritmiknya yang rumit. Namun nada-nada metalcore tidak seperti death metal yang bernuansa seram, setan, neraka, dan sebagainya.
Band-band metalcore di dunia antara lain Avenged Sevenfold, Lamb of God, Killswitch Engage, All That Remains, Darkest Hour, God Forbid, Shadows Fall, Trivium, Haste The Day, Walls Of Jericho,Unearth dan sebagainya
[sunting] Mathcore
Mathcore adalah perkembangan dari Metalcore yang memiliki ritme yang kompleks dan memiliki progressivitas yang tinggi. band-band Mathcore banyak dipengaruhi band-band seperti Converge, Neurosis, Isis, dan The Dillinger Escape Plan. Band-band Mathcore yang baru-baru ini menuai popularitas adalah Protest The Hero, The Human Abstract dan lain sebagainya.
Senin, 27 Desember 2010
Hard rock adalah subgenre musik rock yang berakar dari aliran musik psychedelic rock dan garage rock asal pertengahan tahun 1960-an. Ciri khas musik ini adalah penambahan efek distorsi pada suara gitar listrik, gitar bass, kibor, dan drum. Distorsi antara lain ditambahkan dengan bantuan pedal efek, penguat awal (preamp), penguat, atau pengeras suara.
Karakteristik
Hard rock sangat dipengaruhi oleh musik blues. Tangga nada pentatonik yang khas blues adalah tangga nada yang paling sering dipakai dalam hard rock. Berbeda dari rock and roll tradisional yang mengambil unsur-unsur blues lama, hard rock memasukkan unsur-unsur blues Britania yang memakai alat musik modern, seperti: gitar listrik, drum, kibor, dan bass listrik. Hard rock tidak terbatas hanya pada memainkan akord I, IV, dan V yang lazim pada blues dua belas birama atau blues enam belas birama, melainkan juga memainkan akord-akord yang lain, terutama akord mayor dari tangga nada minor.
[sunting] Alat musik
Alat musik utama yang dipakai untuk memainkan hard rock adalah gitar listrik, gitar bass, dan drum. Peran gitaris sangat menentukan sewaktu memainkan hard rock. Sebagian besar grup musik hard rock memakai dua orang gitaris: seorang memainkan gitar utama dan seorang lagi memainkan gitar ritme. Gitaris utama memainkan gitar solo, riff, dan fill. Sementara itu, gitaris ritme berperan melengkapi permainan gitaris utama, dan memberi ritme serta harmoni bagi pemusik yang memainkan alat-alat musik lain. Pemain gitar bass memainkan jalur bass yang memberi jalur melodi, sementara pemain drum menjaga irama musik.
[sunting] Sejarah
[sunting] Masa awal (tahun 1960-an)
Grup musik rock Britania Raya seperti Cream, The Rolling Stones, The Yardbirds, The Who, dan The Kinks memodifikasi rock and roll dengan memperkeras suara, memberi riff gitar yang lebih berat, serta pukulan drum dan vokal yang semakin bertenaga. Musik yang mereka mainkan menjadi dasar bagi hard rock. Bentuk awal hard rock bisa didengar dalam lagu-lagu seperti "You Really Got Me" dari The Kinks, "Happenings Ten Years Time Ago" dari The Yardbirds, "My Generation" dan "I Can See for Miles" dari The Who, serta "Revolution" dan "Helter Skelter" dari The Beatles.
Pada saat yang bersamaan, Jimi Hendrix memainkan bentuk psychedelic rock yang dipengaruhi blues, dan menggabungkan unsur-unsur jazz, blues, dan rock and roll. Bersama-sama dengan Dave Davies dari The Kinks, Pete Townshend dari The Who, Eric Clapton dari Cream, dan Jeff Beck dari the Yardbirds, Jimi Hendrix termasuk salah seorang gitaris yang pertama kali bereksperimen dengan pedal efek.
Hard rock muncul dibawa grup-grup musik Britania Raya dari akhir tahun 1960-an, seperti Led Zeppelin yang mencampur musik dari era awal band rock Britania dengan bentuk blue rock dan acid rock yang lebih keras. Deep Purple berkontribusi dalam merintis genre hard rock melalui album-album awal mereka, Shades of Deep Purple (1968), The Book of Taliesyn (1968), dan Deep Purple (1969). Album keempat, In Rock (1970) mengangkat nama Deep Purple ke puncak kepopuleran. Album pertama Led Zeppelin yang juga diberi nama Led Zeppelin dan Live at Leeds (1970) dari The Who berisi contoh lagu-lagu dari era awal hard rock. Unsur-unsur blues bisa didengar dari lagu-lagu mereka, dan beberapa di antaranya adalah lagu-lagu dari pemusik blues terkenal yang dinyanyikan ulang.
[sunting] Tahun 1970-an
Pada tahun 1970, Led Zeppelin mengeluarkan album ketiga, Led Zeppelin III yang lebih condong ke folk rock dibandingkan album kedua mereka.
Deep Purple terus membawa perubahan dalam hard rock melalui album Machine Head (1972). Dua lagu dari album tersebut, "Highway Star" dan "Smoke On The Water" riff utamanya menjadikan kedua lagu tersebut sebagai lagu Deep Purple yang paling dikenal.
Sepanjang dekade 1970-an, hard rock berkembang menjadi beberapa subgenre. Alice Cooper mempopulerkan heavy metal dalam album School's Out. Pada tahun berikutnya, Aerosmith, Queen, dan Montrose masing-masing merilis album yang diberi nama sama dengan band mereka. Pada tahun 1974, Bad Company dan Rush masing-masing merilis album perdana mereka. Nazareth memainkan hard rock campuran dalam album laris Hair of the Dog (1975).
Pada tahun 1978 muncul Van Halen yang menampilkan gitaris terampil Eddie Van Halen. Pada tahun berikutnya, AC/DC merilis album Highway to Hell. Walaupun musik mereka berdasarkan pada rhythm & blues dan hard rock tahun 1970-an, AC/DC secara eksplisit menyebut musik mereka sebagai heavy metal.
Karakteristik
Hard rock sangat dipengaruhi oleh musik blues. Tangga nada pentatonik yang khas blues adalah tangga nada yang paling sering dipakai dalam hard rock. Berbeda dari rock and roll tradisional yang mengambil unsur-unsur blues lama, hard rock memasukkan unsur-unsur blues Britania yang memakai alat musik modern, seperti: gitar listrik, drum, kibor, dan bass listrik. Hard rock tidak terbatas hanya pada memainkan akord I, IV, dan V yang lazim pada blues dua belas birama atau blues enam belas birama, melainkan juga memainkan akord-akord yang lain, terutama akord mayor dari tangga nada minor.
[sunting] Alat musik
Alat musik utama yang dipakai untuk memainkan hard rock adalah gitar listrik, gitar bass, dan drum. Peran gitaris sangat menentukan sewaktu memainkan hard rock. Sebagian besar grup musik hard rock memakai dua orang gitaris: seorang memainkan gitar utama dan seorang lagi memainkan gitar ritme. Gitaris utama memainkan gitar solo, riff, dan fill. Sementara itu, gitaris ritme berperan melengkapi permainan gitaris utama, dan memberi ritme serta harmoni bagi pemusik yang memainkan alat-alat musik lain. Pemain gitar bass memainkan jalur bass yang memberi jalur melodi, sementara pemain drum menjaga irama musik.
[sunting] Sejarah
[sunting] Masa awal (tahun 1960-an)
Grup musik rock Britania Raya seperti Cream, The Rolling Stones, The Yardbirds, The Who, dan The Kinks memodifikasi rock and roll dengan memperkeras suara, memberi riff gitar yang lebih berat, serta pukulan drum dan vokal yang semakin bertenaga. Musik yang mereka mainkan menjadi dasar bagi hard rock. Bentuk awal hard rock bisa didengar dalam lagu-lagu seperti "You Really Got Me" dari The Kinks, "Happenings Ten Years Time Ago" dari The Yardbirds, "My Generation" dan "I Can See for Miles" dari The Who, serta "Revolution" dan "Helter Skelter" dari The Beatles.
Pada saat yang bersamaan, Jimi Hendrix memainkan bentuk psychedelic rock yang dipengaruhi blues, dan menggabungkan unsur-unsur jazz, blues, dan rock and roll. Bersama-sama dengan Dave Davies dari The Kinks, Pete Townshend dari The Who, Eric Clapton dari Cream, dan Jeff Beck dari the Yardbirds, Jimi Hendrix termasuk salah seorang gitaris yang pertama kali bereksperimen dengan pedal efek.
Hard rock muncul dibawa grup-grup musik Britania Raya dari akhir tahun 1960-an, seperti Led Zeppelin yang mencampur musik dari era awal band rock Britania dengan bentuk blue rock dan acid rock yang lebih keras. Deep Purple berkontribusi dalam merintis genre hard rock melalui album-album awal mereka, Shades of Deep Purple (1968), The Book of Taliesyn (1968), dan Deep Purple (1969). Album keempat, In Rock (1970) mengangkat nama Deep Purple ke puncak kepopuleran. Album pertama Led Zeppelin yang juga diberi nama Led Zeppelin dan Live at Leeds (1970) dari The Who berisi contoh lagu-lagu dari era awal hard rock. Unsur-unsur blues bisa didengar dari lagu-lagu mereka, dan beberapa di antaranya adalah lagu-lagu dari pemusik blues terkenal yang dinyanyikan ulang.
[sunting] Tahun 1970-an
Pada tahun 1970, Led Zeppelin mengeluarkan album ketiga, Led Zeppelin III yang lebih condong ke folk rock dibandingkan album kedua mereka.
Deep Purple terus membawa perubahan dalam hard rock melalui album Machine Head (1972). Dua lagu dari album tersebut, "Highway Star" dan "Smoke On The Water" riff utamanya menjadikan kedua lagu tersebut sebagai lagu Deep Purple yang paling dikenal.
Sepanjang dekade 1970-an, hard rock berkembang menjadi beberapa subgenre. Alice Cooper mempopulerkan heavy metal dalam album School's Out. Pada tahun berikutnya, Aerosmith, Queen, dan Montrose masing-masing merilis album yang diberi nama sama dengan band mereka. Pada tahun 1974, Bad Company dan Rush masing-masing merilis album perdana mereka. Nazareth memainkan hard rock campuran dalam album laris Hair of the Dog (1975).
Pada tahun 1978 muncul Van Halen yang menampilkan gitaris terampil Eddie Van Halen. Pada tahun berikutnya, AC/DC merilis album Highway to Hell. Walaupun musik mereka berdasarkan pada rhythm & blues dan hard rock tahun 1970-an, AC/DC secara eksplisit menyebut musik mereka sebagai heavy metal.
Emo (pengucapan /ˈiːmoʊ/, singkatan untuk emotional music[1]) adalah gaya musik rock dengan ciri khas musik yang melodius, disertai lirik yang ekspresif dan berisi pengakuan. Pada pertengahan 1980-an terdapat subbudaya hardcore punk di Washington, D.C.. Musik mereka disebut emotional hardcore atau emocore, perintisnya adalah Rites of Spring dan Embrace.[2] Punk gaya baru yang dipelopori Rites of Spring juga disebut emotive hardcore.[3] Sejalan dengan ditirunya gaya bermusik ini oleh grup-grup punk kontemporer Amerika, terjadi pergeseran dan perubahan bunyi musik dan arti, tercampur dengan pop punk dan indie rock, dan berpuncak pada awal tahun 1990-an dengan musik oleh Jawbreaker dan Sunny Day Real Estate. Pada pertengahan 1990-an grup-grup musik emo mulai bermunculan dari Amerika Serikat Tengah Barat dan Amerika Serikat Tengah, dan sejumlah label independen mulai menjadi spesialis emo. Emo mulai populer sebagai genre musik pada awal 2000-an mengikuti kesuksesan Jimmy Eat World dan Dashboard Confessional yang laris rekamannya hingga mendapat piringan platina, dan munculnya subgenre baru dari emo berupa screamo yang lebih agresif. Istilah emo dipakai oleh kritikus musik dan wartawan untuk menyebut musik yang dibawakan berbagai artis, termasuk Fall Out Boy dan My Chemical Romance, serta grup-grup yang unik seperti Coheed and Cambria dan Panic at the Disco.
Selain mengacu kepada musik, emo secara umum sering dipakai untuk menggambarkan hubungan khusus antara penggemar dan artis, dan menjelaskan unsur-unsur yang terkait seperti busana, budaya, dan tingkah laku.
Sejarah
[sunting] Tahun 1980-an: asal usul
Emo muncul dari genre hardcore punk pada awal 1980-an di Washington, D.C. sebagai reaksi meningkatnya kekerasan di komunitas hardcore punk dan rasa ketidaksenangan terhadap Ian MacKaye dari Minor Threat yang mengubah fokus musiknya dari komunitas menjadi kepentingan politik individual.[4][5] Penggemar Minor Threat bernama Guy Picciotto mendirikan Rites of Spring pada tahun 1984 karena berkeinginan melepaskan diri dari batasan-batasan hardcore yang mengekang, dan menggantinya dengan gitar yang melodius, ritme yang bervariasi, dan lirik yang sangat penuh luapan emosi pribadi.[6] Sebagian dari lirik lagu-lagu Rites of Spring telah menjadi metafora bagi pemusik emo dari generasi berikutnya, termasuk di antaranya tema-tema seperti nostalgia, kepahitan yang romantis, dan putus asa yang puitis.[7] Konser-konser Rites of Spring menjadi arena luapan emosi publik, para penonton sering kali menangis tersedu-sedu.[8] Ian MacKaye berubah menjadi penggemar berat Rites of Spring, membantu rekaman satu-satunya album Rites of Spring, dan bekerja sebagai roadie dalam konser keliling. MacKaye lalu mendirikan band sendiri bernama Embrace yang mengeksplorasi tema-tema serupa mengenai pencarian diri dan pelepasan emosi.[9] Grup-grup musik serupa bermunculan setelah adanya Revolusi Musim Panas 1985 di kalangan hardcore punk Washington, D.C..[5] Gray Matter, Beefeater, Fire Party, Dag Nasty, Lunchmeat, dan Kingface adalah beberapa grup musik yang berperan penting waktu itu.[5][9]
Asal usul dari istilah emo tidaklah begitu pasti, namun paling tidak sudah dikenal sejak tahun 1985. Menurut Andy Greenwald penulis buku Nothing Feels Good: Punk Rock, Teenagers, and Emo, "Asal usul istilah emo diselubungi misteri [...] tapi pertama kali muncul sebagai kebiasaan umum pada 1985. Kalau Minor Threat dianggap hardcore, maka Rites of Spring dengan fokus yang berbeda, bisa disebut emotional hardcore atau emocore.[9] Michael Azerrad pengarang Our Band Could Be Your Life juga melacak asal usul kata emo: "Gaya bermusik seperti itu segera disebut 'emo-core', istilah yang dibenci oleh semua orang yang terlibat di dalamnya, walaupun istilah dan pendekatan itu berkembang paling sedikit lima belas tahun kemudian, dan melahirkan band-band yang tidak terhitung jumlahnya."[10] MacKaye juga mengenang kembali tahun 1985, dan mengingat ada sebuah artikel di majalah Thrasher yang menyebut Embrace dan grup-grup musik lain di Washington, D.C. sebagai "emo-core". Ketika itu, ia menganggapnya "istilah paling bodoh yang pernah aku dengar seumur hidupku."[11] Teori lain mengatakan istilah emo berasal dari penonton konser Embrace. Mereka meneriakkan kata "emocore" yang dimaksudkan sebagai ejekan bagi Embrace.[12][13] Penggemar emo mengklaim bahwa MacKaye yang menciptakan istilah emo untuk mengejek dirinya sendiri di majalah, atau istilah tersebut berasal dari ciptaan Rites of Spring.[13] Walapun demikian, Oxford English Dictionary mencatat bahwa istilah emo-core pertama kali digunakan tahun 1992, sementara istilah emo mulai dikenal pada tahun 1993. Kata emo pertama kali muncul di media cetak pada tahun 1995 di majalah New Musical Express.[14][15]
Perusahaan rekaman spesialis emocore dengan segera bermunculan di sekitar kalangan punk Washington, D.C., dan identik dengan grup-grup musik yang bernaung di bawah label Dischord Records milik MacKaye.[12] Walaupun sebagian besar dari grup-grup tersebut enggan disebut band emo, mereka menerimanya dengan terpaksa. Veteran punk Jenny Toomey mengenang "Orang yang menggunakan [istilah emo] hanyalah orang-orang yang cemburu terhadap begitu besar dan fanatiknya penggemar pada waktu itu. [Rites of Spring] sudah ada sebelum istilah emo tercipta, dan mereka membencinya. Namun terjadilah keanehan, seperti ketika orang-orang mulai menyebut musik mereka 'grunge', Anda juga mulai ikut-ikutan memakai istilah itu, walaupun mulanya Anda membencinya."[16]
Kegemilangan emo di Washington, D.C. hanya bertahan beberapa tahun. Pada 1986, sebagian besar band-band utama, termasuk Rites of Spring, Embrace, Gray Matter, dan Beefeater sudah membubarkan diri.[17] Walaupun demikian, ide dan estetika yang berasal dari mereka dengan cepat menyebar ke seluruh Amerika Serikat lewat majalah penggemar (zine), rekaman piringan hitam, dan kabar burung.[18] Menurut Greenwald, kalangan emo di Washington, D.C. meletakkan fondasi bagi inkarnasi grup-grup emo generasi berikutnya:
Apa yang terjadi di Washington, D.C. pada pertengahan delapan puluhan, pergeseran kemarahan menjadi aksi, dari kemarahan terpendam menjadi ketidakpastian internal, dari massa yang terindividualisasikan menjadi massa yang individual, semuanya dalam beberapa hal merupakan studi kasus bagi transformasi dunia punk nasional untuk dua dekade berikutnya. Penggambaran ide dan situasi, kekuatan musik, dan cara orang bereaksi terhadaobtam dab cara band-band menjadi jenuh dan bukan memudar, semuanya berawal dari beberapa pertunjukan pertama Rites of Spring. Fondasi emo telah diletakkan, namun secara tidak sengaja, oleh lima puluh orang atau lebih di ibu kota negara. Dan dalam beberapa hal, emo tidak akan pernah sebaik dulu dan pastinya tidak akan pernah murni lagi. Pastinya, dunia emo di Washington menerima emocore secara konsensus sebagai suatu genre.[19]
Di kemudian hari, MacKaye dan Piccioto, bersama Brendan Canty (pemain drum Rites of Spring) membentuk Fugazi. Walaupun anggotanya terkait dengan dunia emo, Fugazi umumnya tidak diakui sebagai grup musik emo.
Selain mengacu kepada musik, emo secara umum sering dipakai untuk menggambarkan hubungan khusus antara penggemar dan artis, dan menjelaskan unsur-unsur yang terkait seperti busana, budaya, dan tingkah laku.
Sejarah
[sunting] Tahun 1980-an: asal usul
Emo muncul dari genre hardcore punk pada awal 1980-an di Washington, D.C. sebagai reaksi meningkatnya kekerasan di komunitas hardcore punk dan rasa ketidaksenangan terhadap Ian MacKaye dari Minor Threat yang mengubah fokus musiknya dari komunitas menjadi kepentingan politik individual.[4][5] Penggemar Minor Threat bernama Guy Picciotto mendirikan Rites of Spring pada tahun 1984 karena berkeinginan melepaskan diri dari batasan-batasan hardcore yang mengekang, dan menggantinya dengan gitar yang melodius, ritme yang bervariasi, dan lirik yang sangat penuh luapan emosi pribadi.[6] Sebagian dari lirik lagu-lagu Rites of Spring telah menjadi metafora bagi pemusik emo dari generasi berikutnya, termasuk di antaranya tema-tema seperti nostalgia, kepahitan yang romantis, dan putus asa yang puitis.[7] Konser-konser Rites of Spring menjadi arena luapan emosi publik, para penonton sering kali menangis tersedu-sedu.[8] Ian MacKaye berubah menjadi penggemar berat Rites of Spring, membantu rekaman satu-satunya album Rites of Spring, dan bekerja sebagai roadie dalam konser keliling. MacKaye lalu mendirikan band sendiri bernama Embrace yang mengeksplorasi tema-tema serupa mengenai pencarian diri dan pelepasan emosi.[9] Grup-grup musik serupa bermunculan setelah adanya Revolusi Musim Panas 1985 di kalangan hardcore punk Washington, D.C..[5] Gray Matter, Beefeater, Fire Party, Dag Nasty, Lunchmeat, dan Kingface adalah beberapa grup musik yang berperan penting waktu itu.[5][9]
Asal usul dari istilah emo tidaklah begitu pasti, namun paling tidak sudah dikenal sejak tahun 1985. Menurut Andy Greenwald penulis buku Nothing Feels Good: Punk Rock, Teenagers, and Emo, "Asal usul istilah emo diselubungi misteri [...] tapi pertama kali muncul sebagai kebiasaan umum pada 1985. Kalau Minor Threat dianggap hardcore, maka Rites of Spring dengan fokus yang berbeda, bisa disebut emotional hardcore atau emocore.[9] Michael Azerrad pengarang Our Band Could Be Your Life juga melacak asal usul kata emo: "Gaya bermusik seperti itu segera disebut 'emo-core', istilah yang dibenci oleh semua orang yang terlibat di dalamnya, walaupun istilah dan pendekatan itu berkembang paling sedikit lima belas tahun kemudian, dan melahirkan band-band yang tidak terhitung jumlahnya."[10] MacKaye juga mengenang kembali tahun 1985, dan mengingat ada sebuah artikel di majalah Thrasher yang menyebut Embrace dan grup-grup musik lain di Washington, D.C. sebagai "emo-core". Ketika itu, ia menganggapnya "istilah paling bodoh yang pernah aku dengar seumur hidupku."[11] Teori lain mengatakan istilah emo berasal dari penonton konser Embrace. Mereka meneriakkan kata "emocore" yang dimaksudkan sebagai ejekan bagi Embrace.[12][13] Penggemar emo mengklaim bahwa MacKaye yang menciptakan istilah emo untuk mengejek dirinya sendiri di majalah, atau istilah tersebut berasal dari ciptaan Rites of Spring.[13] Walapun demikian, Oxford English Dictionary mencatat bahwa istilah emo-core pertama kali digunakan tahun 1992, sementara istilah emo mulai dikenal pada tahun 1993. Kata emo pertama kali muncul di media cetak pada tahun 1995 di majalah New Musical Express.[14][15]
Perusahaan rekaman spesialis emocore dengan segera bermunculan di sekitar kalangan punk Washington, D.C., dan identik dengan grup-grup musik yang bernaung di bawah label Dischord Records milik MacKaye.[12] Walaupun sebagian besar dari grup-grup tersebut enggan disebut band emo, mereka menerimanya dengan terpaksa. Veteran punk Jenny Toomey mengenang "Orang yang menggunakan [istilah emo] hanyalah orang-orang yang cemburu terhadap begitu besar dan fanatiknya penggemar pada waktu itu. [Rites of Spring] sudah ada sebelum istilah emo tercipta, dan mereka membencinya. Namun terjadilah keanehan, seperti ketika orang-orang mulai menyebut musik mereka 'grunge', Anda juga mulai ikut-ikutan memakai istilah itu, walaupun mulanya Anda membencinya."[16]
Kegemilangan emo di Washington, D.C. hanya bertahan beberapa tahun. Pada 1986, sebagian besar band-band utama, termasuk Rites of Spring, Embrace, Gray Matter, dan Beefeater sudah membubarkan diri.[17] Walaupun demikian, ide dan estetika yang berasal dari mereka dengan cepat menyebar ke seluruh Amerika Serikat lewat majalah penggemar (zine), rekaman piringan hitam, dan kabar burung.[18] Menurut Greenwald, kalangan emo di Washington, D.C. meletakkan fondasi bagi inkarnasi grup-grup emo generasi berikutnya:
Apa yang terjadi di Washington, D.C. pada pertengahan delapan puluhan, pergeseran kemarahan menjadi aksi, dari kemarahan terpendam menjadi ketidakpastian internal, dari massa yang terindividualisasikan menjadi massa yang individual, semuanya dalam beberapa hal merupakan studi kasus bagi transformasi dunia punk nasional untuk dua dekade berikutnya. Penggambaran ide dan situasi, kekuatan musik, dan cara orang bereaksi terhadaobtam dab cara band-band menjadi jenuh dan bukan memudar, semuanya berawal dari beberapa pertunjukan pertama Rites of Spring. Fondasi emo telah diletakkan, namun secara tidak sengaja, oleh lima puluh orang atau lebih di ibu kota negara. Dan dalam beberapa hal, emo tidak akan pernah sebaik dulu dan pastinya tidak akan pernah murni lagi. Pastinya, dunia emo di Washington menerima emocore secara konsensus sebagai suatu genre.[19]
Di kemudian hari, MacKaye dan Piccioto, bersama Brendan Canty (pemain drum Rites of Spring) membentuk Fugazi. Walaupun anggotanya terkait dengan dunia emo, Fugazi umumnya tidak diakui sebagai grup musik emo.
Nu metal (disebut juga new metal / nü metal / neo metal) adalah genre musik yang mirip musik grunge dan alternative metal dengan musik funk, hip-hop, dan subgenre heavy metal. Nu metal lahir pada pertengahan 1990-an, diperkenalkan oleh band Limp Bizkit dan Korn, namun istilah nu metal akrab pada awal era 2000-an. Sekarang, band nu metal paling populer adalah Linkin Park. Musik nu metal yang menonjolkan banyak rap sering disebut rapcore.
Post-grunge (post- = pasca-; sesudah) adalah sebuah genre musik yang muncul tidak lama setelah genre grunge menguasai pasar musik global. Merupakan sebuah turunan dari grunge, memiliki karakter khas grunge tapi dengan beberapa perbedaan yang mencolok diantaranya tema-tema lirik yang lebih cerah ketimbang grunge yang cenderung kelam, dan pemilihan warna suara-suara distorsi yang jauh lebih mudah dicerna untuk selera radio dan industri. Membuat band-band post-grunge seperti Foo Fighters, Creed, dan Nickelback diantaranya menikmati sukses besar secara komersil.
Sejarah
[sunting] 1990-an awal hingga pertengahan 1990-an
Kurt Cobain, Nirvana ketika tampil pada 1992
Bermula pada awal tahun ‘90-an, rock alternatif yang sudah menggeliat dari tahun ‘80-an mulai mendapat tempat di hati pasar, membuat label-label besar tertarik dengan jenis musik ini. Selain britpop, grunge adalah salah satu genre dari rock alternatif yang populer kala itu. Dan grunge secara mengejutkan meledak cepat di pasaran global, menggeser takhta yang diduduki oleh hair-metal/glam-metal (lain dengan glam-rock) sebagai genre populer saat itu. Beberapa band punggawanya yaitu Nirvana, Alice in Chains, Pearl Jam, dan Soundgarden. Lantas memasuki pertengahan ‘90-an, meninggalnya Kurt Cobain serta beberapa permasalahan tur Pearl Jam menandai mulai turunnya tren grunge kala itu. Sedangkan label-label besar mendatangkan kontrak dengan band-band yang memiliki karakter hampir serupa dengan band-band grunge populer, sehingga bermunculanlah band-band yang berasal dari luar Seattle. Tercatat beberapa nama diantaranya Bush, Collective Soul, Candlebox, Live, Silverchair, dan tidak didominasi laki-laki saja, seorang seniman solois multi-platinum Alanis Morissette pun, berdiri tegak di dalam barisan yang baru ini.
Foo fighters ketika tampil pada bulan November 2007
Istilah post-grunge itu sendiri baru mulai kerap digunakan setelah meledaknya album perdana “Foo Fighters“ di pasaran. Digawangi oleh beberapa mantan anggota Nirvana, Foo Fighters menjadi titik tumpu pergerakan dan atas pertanyaan penting pada masa itu, “Adakah kehidupan setelah Nirvana?” dan telah terjawab mantap oleh mereka. Setelah itulah untuk pertama kalinya band-band di luar lingkaran Seattle seperti yang beberapa tadi disebutkan di atas mulai masuk ke dalam kategori post-grunge. Inilah angkatan pertama dari post-grunge.
Pemuncak catatan angkatan pertama ini adalah Frogstomp dari Silverchair, tercatat dalam sejarah sebagai multi-platinum hit, dan akhirnya membantu pengategorian post-grunge menjadi dua kelompok besar; yakni mereka yang muncul sebelum Frogstomp, dan mereka yang muncul setelahnya.
[sunting] Akhir 1990-an
Human Clay oleh Creed rilis pada 28 September 1999
Pada akhir 90-an mulai bermunculan band post-grunge angkatan berikutnya dengan digawangi Creed dan Matchbox Twenty. Creed sendiri mencatat prestasi dengan meluncurkan Human Clay, melampaui Frogstomp dalam hal penjualan dan jam tayang, menjadikannya rekor penjualan terbesar setelah Nevermind milik Nirvana. Beberapa karakteristik dari post-grunge angkatan sebelumnya pun mulai sedikit ditinggalkan, bermain dengan pola-pola tempo sedang, tema-tema lagu yang cenderung konvensional, dan tidak jarang menyentuh ranah romantisme. Kontras berlawanan dengan apa yang biasa diangkat oleh band grunge aslinya, seperti adiksi, depresi, bunuh diri, kebohongan publik, dan lain sebagainya.
[sunting] Awal 2000-an hingga pertengahan 2000-an
Audioslave
Memasuki awal 2000 band-band post-grunge ini mengalami penurunan, ditandai pula dengan bertumbuhnya kelompok-kelompok Boyband dan Hip-hop. Pada masa ini pula genre-genre pada rock alternatif sudah sedemikian tercampur satu dengan lainnya, termasuk band-band baru post-grunge yang banyak mengadopsi pop punk dan nu metal ke dalam musiknya, sehingga istilah “post-grunge” menjadi kurang tepat digunakan, alih-alih “modern-rock” atau “nu-rock” mulai menggantikan posisi tersebut. Tren ini terus berlangsung dan pada pertengahan 2000-an generasi-generasi baru post-grunge (walaupun jarang disebut demikian lagi), seperti Audioslave, Puddle of Mudd, dan Nickelback adalah beberapa diantaranya yang cukup berhasil menikmati sukses komersil mereka.
[sunting] 2010 hingga sekarang
Memasuki 2010-an beberapa band post-grunge yang muncul dan masih memegang teguh tradisi post-grunge diantaranya adalah Shinedown, dan Seether.
Sejarah
[sunting] 1990-an awal hingga pertengahan 1990-an
Kurt Cobain, Nirvana ketika tampil pada 1992
Bermula pada awal tahun ‘90-an, rock alternatif yang sudah menggeliat dari tahun ‘80-an mulai mendapat tempat di hati pasar, membuat label-label besar tertarik dengan jenis musik ini. Selain britpop, grunge adalah salah satu genre dari rock alternatif yang populer kala itu. Dan grunge secara mengejutkan meledak cepat di pasaran global, menggeser takhta yang diduduki oleh hair-metal/glam-metal (lain dengan glam-rock) sebagai genre populer saat itu. Beberapa band punggawanya yaitu Nirvana, Alice in Chains, Pearl Jam, dan Soundgarden. Lantas memasuki pertengahan ‘90-an, meninggalnya Kurt Cobain serta beberapa permasalahan tur Pearl Jam menandai mulai turunnya tren grunge kala itu. Sedangkan label-label besar mendatangkan kontrak dengan band-band yang memiliki karakter hampir serupa dengan band-band grunge populer, sehingga bermunculanlah band-band yang berasal dari luar Seattle. Tercatat beberapa nama diantaranya Bush, Collective Soul, Candlebox, Live, Silverchair, dan tidak didominasi laki-laki saja, seorang seniman solois multi-platinum Alanis Morissette pun, berdiri tegak di dalam barisan yang baru ini.
Foo fighters ketika tampil pada bulan November 2007
Istilah post-grunge itu sendiri baru mulai kerap digunakan setelah meledaknya album perdana “Foo Fighters“ di pasaran. Digawangi oleh beberapa mantan anggota Nirvana, Foo Fighters menjadi titik tumpu pergerakan dan atas pertanyaan penting pada masa itu, “Adakah kehidupan setelah Nirvana?” dan telah terjawab mantap oleh mereka. Setelah itulah untuk pertama kalinya band-band di luar lingkaran Seattle seperti yang beberapa tadi disebutkan di atas mulai masuk ke dalam kategori post-grunge. Inilah angkatan pertama dari post-grunge.
Pemuncak catatan angkatan pertama ini adalah Frogstomp dari Silverchair, tercatat dalam sejarah sebagai multi-platinum hit, dan akhirnya membantu pengategorian post-grunge menjadi dua kelompok besar; yakni mereka yang muncul sebelum Frogstomp, dan mereka yang muncul setelahnya.
[sunting] Akhir 1990-an
Human Clay oleh Creed rilis pada 28 September 1999
Pada akhir 90-an mulai bermunculan band post-grunge angkatan berikutnya dengan digawangi Creed dan Matchbox Twenty. Creed sendiri mencatat prestasi dengan meluncurkan Human Clay, melampaui Frogstomp dalam hal penjualan dan jam tayang, menjadikannya rekor penjualan terbesar setelah Nevermind milik Nirvana. Beberapa karakteristik dari post-grunge angkatan sebelumnya pun mulai sedikit ditinggalkan, bermain dengan pola-pola tempo sedang, tema-tema lagu yang cenderung konvensional, dan tidak jarang menyentuh ranah romantisme. Kontras berlawanan dengan apa yang biasa diangkat oleh band grunge aslinya, seperti adiksi, depresi, bunuh diri, kebohongan publik, dan lain sebagainya.
[sunting] Awal 2000-an hingga pertengahan 2000-an
Audioslave
Memasuki awal 2000 band-band post-grunge ini mengalami penurunan, ditandai pula dengan bertumbuhnya kelompok-kelompok Boyband dan Hip-hop. Pada masa ini pula genre-genre pada rock alternatif sudah sedemikian tercampur satu dengan lainnya, termasuk band-band baru post-grunge yang banyak mengadopsi pop punk dan nu metal ke dalam musiknya, sehingga istilah “post-grunge” menjadi kurang tepat digunakan, alih-alih “modern-rock” atau “nu-rock” mulai menggantikan posisi tersebut. Tren ini terus berlangsung dan pada pertengahan 2000-an generasi-generasi baru post-grunge (walaupun jarang disebut demikian lagi), seperti Audioslave, Puddle of Mudd, dan Nickelback adalah beberapa diantaranya yang cukup berhasil menikmati sukses komersil mereka.
[sunting] 2010 hingga sekarang
Memasuki 2010-an beberapa band post-grunge yang muncul dan masih memegang teguh tradisi post-grunge diantaranya adalah Shinedown, dan Seether.
Grunge (kadang-kadang disebut juga Seattle sound) adalah sebuah sub genre dari rock alternatif yang muncul pada pertengahan 1980-an di negara Amerika Washington, khususnya di wilayah Seattle. Terinspirasi oleh punk rock, heavy metal dan indie rock, grunge umumnya dikenali melalui suara distorsi gitar yang berat dan lirik melankonis atau apatistik.
Gerakan awal grunge mulai terlihat pada akhir tahun 1980-an di sekitar Seattle melalui label independen Sub Pop. Grunge menjadi sukses secara komersial pada paruh pertama tahun 1990-an, terutama karena dirilisnya Nevermind oleh Nirvana dan Ten oleh Pearl Jam. Keberhasilan band-band ini meningkatkan popularitas rock alternatif dan membuat grunge menjadi bentuk musik yang paling populer pada waktu itu. Namun, banyak band grunge tidak nyaman dengan popularitas. Meskipun banyak band grunge yang bubar atau menghilang dari pada akhir 1990-an, pengaruh mereka terus memiliki dampak bagi perkembangan musik rock modern selanjutnya.
Grunge adalah suatu musik yang menceritakan tentang luapan yang ada di dalam diri, atau menceritakan tentang kisah hidup yang tak bisa dilupakan.
Gerakan awal grunge mulai terlihat pada akhir tahun 1980-an di sekitar Seattle melalui label independen Sub Pop. Grunge menjadi sukses secara komersial pada paruh pertama tahun 1990-an, terutama karena dirilisnya Nevermind oleh Nirvana dan Ten oleh Pearl Jam. Keberhasilan band-band ini meningkatkan popularitas rock alternatif dan membuat grunge menjadi bentuk musik yang paling populer pada waktu itu. Namun, banyak band grunge tidak nyaman dengan popularitas. Meskipun banyak band grunge yang bubar atau menghilang dari pada akhir 1990-an, pengaruh mereka terus memiliki dampak bagi perkembangan musik rock modern selanjutnya.
Grunge adalah suatu musik yang menceritakan tentang luapan yang ada di dalam diri, atau menceritakan tentang kisah hidup yang tak bisa dilupakan.
Industrial metal adalah sebuah genre musik yang diciptakan dari perpaduan musik industrial dan heavy metal. Permainannya seputar Heavy metal, gitar listrik, riffs, sampling, synthesizer atau sequencer lines, dan distorsi vokal.[1] Pendiri industrial metal adalah Ministry,[2] Godflesh,[3] dan KMFDM.[2] Gaya permainan ini sukses secara komersil pada tahun 1990an, kemudian menjadi sangat terkenal di bermacam-macam gaya permainan. Pengaruh yang kuat dari Industrial metal ini telah direfleksikan dalam beberapa genre musik yang lain, termasuk hardcore punk, glam metal, and hip-hop.
Langganan:
Postingan (Atom)